Posts

Showing posts from May, 2008

Dampak Riba terhadap BBM

Oleh : Agustianto Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada masa yang lalu, sebesar rata-rata 125 % yang dilakukan pemerintah benar-benar menjadi pukulan telak bagi rakyat banyak dan bangsa Indonesia Kenaikan BBM sebesar itu, telah menimbulkan inflasi secara luar biasa, lebih dari 15 %. Sedangkan harga-harga kebutuhan pokok jauh melebihi angka inflasi tersebut. Dengan menaikkan minyak, pemerintah tidak hanya memaksa rakyat untuk memikul dampak kenaikan harga BBM terhadap peningkatan harga-harga kebutuhan pokok, tetapi juga memaksa 42 juta usaha kecil menengah menggantungkan kelangsungan usaha mereka pada harga minyak. Menurut keterangan pemerintah sebagaimana terungkap dalam iklan besar di berbagai media, bahwa keputusan pahit itu terpaksa diambil pemerintah untuk menyelamatkan APBN dari tekanan peningkatan subsidi BBM yang antara lain dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah di pasar internasional dan ditambah kenaikan nilai tukar dollar terhadap rupiah. Sepintas lalu, ...

Jumlah SDM Ekonomi Syariah Masih Kurang

Jakarta : REPUBLIKA [02/05/2007, 13:37:15] Beberapa bank asal Timur Tengah seperti Albaraka Islamic Bank (AIB) dan Qatar Islamic Bank (QIB) kemungkinan besar akan mulai mewarnai pasar perbankan syariah Indonesia tahun ini. Kabar itu kian santer setelah Bank Indonesia (BI) pekan lalu menyatakan AIB telah memperoleh izin untuk membuka kantor perwakilan dan izin pendirian bank syariah lokal oleh QIB yang tengah diproses. Bertambahnya jumlah pemain tentu saja merupakan kabar baik bagi perkembangan industri keuangan syariah. Namun, hal tersebut sering kali menimbulkan sejumlah masalah baru. Salah satunya adalah ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas untuk mendukung industri yang terus berkembang tersebut. Menurut Sekjen Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), Agustianto, salah satu persoalan yang kini dihadapi industri keuangan syariah di Indonesia adalah ketersedian SDM berkualitas. Terus berkembangnya industri keuangan dan perbankan syariah mendorong meningkatnya kebutuhan SD...

2008 : Tahun Edukasi Ekonomi Syariah

Oleh : Agustianto Data membuktikan, bahwa market share perbankan syariah saat ini masih sekitar 1,7 % (Rp 31 triliun) persen dari total asset perbankan secara nasional. Angka ini menunjukkan konstribusi perbankan syariah terhadap perekonomian Indonesia masih kecil. Bank Indonesia melalui blue print perbankan syariah telah menargetkan share bank syariah sebesar 5.2 persen pada desember 2008. Bertenggernya market share perbankan syariah sejak belasan tahun di atas satu koma, karena program sosialisasi yang dilakukan masih sangat minim (belum optimal). Artinya, sosialisasi perbankan syariah masih sangat kurang. Masyarakat luas di berbagai segmen masih terlalu banyak belum mengerti sistem, konsep, filosofi, produk, keuntungan dan keunggulan bank syariah. Minimnya program edukasi perbankan syariah diakui oleh Bank Indonesia. Menurut buku “Outlook Perbankan Syariah 2008” yang disampaikan oleh Bank Indonesia pada acara seminar akhir tahun perbankan syariah di Bank Indonesia, bahwa kura...

Prospek dan Tantangan Bank Syariah 2008

Oleh : Agustianto Sejak tahun 2001 sampai 2007, perbankan syariah di Indonesia mengalami hiqh growth yang menggembirakan. Di tahun 2008 pertumbuhan perbankan syariah diperkirakan akan masih menikmati pertumbuhan tinggi tersebut, apalagi iklim kondusif berupa kondisi makroekonomi Indonesia cukup baik. Hal itu dikarenakan pertumbuhan dan perkembangan perbankan syariah di tahun depan tidak bisa dilepaskan dari kondisi makroekonomi Indonesia. Kondisi makroekonomi Indonesia tersebut tentu berdampak kepada industri perbankan syariah. Karena itu, di awal tulisan ini perlu dipaparkan prospek kondisi makroekonomi Indonesioa pada 2008. Prospek makroekonomi Indonesia Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2008 diperkirakan akan tumbuh sebesar 6,5 % sejalan dengan membaiknya investasi swasta, pulihnya daya beli masyarakat seiring dengan menurunnya tingkat suku bunga di semester kedua tahun 2007 dan tetap terjaganya inflasi pada kisaran 6 – 7 %. Sedangkan prospek pencapaian inflasi untuk t...

Solusi Pajak Ganda Bank Syariah

Agus Triyanta Dosen Fak Hukum UII, Alumnus The University of Manchester Apa yang telah dijanjikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla di hadapan para praktisi perbankan syariah bahwa penghapusan pajak ganda di perbankan syariah akan diselesaikan dalam waktu dua bulan ke depan cukup melegakan. Seharusnya itu benar-benar dipenuhi. Permasalahan ini sudah sangat mendesak untuk dituntaskan. Pajak ganda ( double taxation ) adalah salah dari problem mendasar di bidang hukum ( legal impediment ) terkait dengan operasional perbankan syariah di Indonesia. Lima belas tahun sudah perbankan syariah beroperasi di negeri ini. Namun, hal ini belum juga teratasi. Problem ini menjadi kian serius untuk diselesaikan, bukan saja karena dalam rangka pencapaian target aset sebesar dua persen tahun ini. Namun, juga karena kepentingan masuknya investasi asing. Berbagai raksasa perbankan Islam dari berbagai negara telah membidik Indonesia sebagai sasaran ekspansi strategis. Misalnya, Kuwait Finance House dan Qa...